Jumat, 07 April 2017

Peran Kepala Sekolah


  • Merumuskan tujuan pembelajaran
  • Mengalokasikan sumber daya dalam pembelajaran,
  • Mengelola kurikulum
  • Memonitor perencanaan pembelajaran,
  • Mengevaluasi pelaksanaan tugas guru.
Yang bertujuan untuk Meningkatkan peran guru dalam memfasilitasi siswa mengembangkan prestasi , kepuasan belajar, motivasi, keingintahuan, kreativitas, inovasi, jiwa kewirausahaan, dan kesadaran untuk belajar sepanjang hayat. 

Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin

  1. Sebagai penyedia sumber daya, menunjukkan kemampuan dan manajemen waktu dan sumber daya  secara efektif, menunjukkan kondisi kelas sebagai master pengubah, dan mampu mengenal dan memotivasi anggota staf sekolah,
  2. Sebagai sumber instruksional’ terlihat dan memajukan kondisi kelas yang efektif untuk menunjang hasil belajar, mendorong staf pengajar untuk menggunakan berbagai macam materi pengajaran dan strategi belajar mengajar, memberikan perhatian dan mampu mengembangkan gagasan inovatif.
  3. Sebagai komunikator, menyampaikan visi sekolah secara jelas, memahami tujuan sekolah serta mampu menerjamahkan, membina hubungan yang efektif dengan stakeholders, jelas dalam menyampaian sesuatu baik lisan maupun tulisan. Keempat, kehadirannya bermakna; mampu berinteraksi dan mempengaruhi seluruh lingkungan sekolah (Guru, staf, siswa dan petugas lainnya.
Semakin berdaya peran kepala sekolah dalam mengarahkan, memotivasi, dan mempengaruhi guru dalam proses belajar mengajar maka dapat meningkatkan efektivitas siswa belajar

6 Prinsip Kepala Sekolah

  1. Membangun tujuan bersama
  2. Meningkatkan kreasi dan inovasi dalam mengembangkan kurikulum
  3. Mengembangkan motivasi pendidik dalam mengembangkan kompetensi
  4. Menjamin pelaksanaan mutu proses pembelajaran  melalui pelaksanaan monitoring atau supervisi
  5. Mengembangkan sistem penilaian dalam memantau perkembangan belajar siswa
  6. Mengambil keputusan berbasis data.

Rencana Tindak Strategis Kepala Sekolah

  1. Memfasilitasi penyusunan tujuan pembelajaran dan standar pembelajaran
  2. Melakukan sosialisasi tujuan pembelajaran dan standar pembelajaran
  3. Memfasilitasi pembentukan kelompok kerja guru
  4. Menerapkan ekspektasi yang tinggi
  5. Melakukan evaluasi kinerja guru dan tindak lanjut pengembangannya
  6. Membentuk kultur sekolah yang kondusif bagi pembelajaran
  7. Membangun learning person dan learning school
  8. Menyediakan sebagian besar waktu untuk pembelajaran dan selalu mempunyai waktu untuk guru dan siswanya
  9. Melayani dengan prima kepada guru, siswa, dan orang tua siswa
  10. Melakukan koordinasi terhadap guru, siswa, dan orangtua siswa
  11. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberhasilan pembelajaran akibat

Kompetensi Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin

  1. Merumuskan tujuan pembelajaran
  2. Mengarahkan dan membimbing pengembangan kurikulum
  3. Membimbing pengembangan dan perbaikan proses belajar mengajar (PBM)
  4. Mengevaluasi kinerja guru dan mengembangkannya
  5. Membangun komunitas pembelajaran
  6. Menerapkan kepemimpinan visioner dan situasional
  7. Melayani siswa dengan prima
  8. Melakukan perbaikan secara terus menerus
  9. Menerapkan karakteristik kepala sekolah efektif
  10. Membangun Warga Sekolah agar Pro-perubahan
  11. Membangun teamwork yang kompak
  12. Memberi contoh dan menginspirasi warga sekolah  
PENJELASAN

1. Merumuskan tujuan pembelajaran

Secara bersama-sama, kepala sekolah dan guru merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, menyepakati cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan pembelajaran dan melaksanakannya secara konsisten untuk mencapai tujuan pembelajaran.

2. Mengarahkan dan membimbing pengembangan kurikulum

Kepala sekolah mengarahkan dan membimbing para guru dalam mengembangkan kurikulum, mulai dari: perumusan visi, misi, dan tujuan sekolah; pengembangan struktur dan muatan kurikulum; dan pembuatan kalender sekolah.

3. Membimbing pengembangan dan perbaikan proses belajar mengajar (PBM)

Kepala sekolah memiliki kemampuan dalam membimbing dan memfasilitasi perbaikan proses belajar mengajar yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan kelas.

4. Mengevaluasi kinerja guru dan mengembangannya

Secara periodik, kepala sekolah melakukan evaluasi kinerja guru untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan kinerja guru serta mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan pengembangan keprofesian guru

5. Membangun komunitas pembelajaran

Komunitas pembelajaran adalah suatu komunitas (warga sekolah) yang memiliki kesamaan nilai-nilai pembelajaran yang dianut sebagai sumber penggalangan konformisme sikap dan perilaku bagi warga sekolah dalam rangka untuk mencapai tujuan pembelajaran. . Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran harus memiliki kemampuan membangun komunitas pembelajaran di sekolahnya

6. Menerapkan kepemimpinan visioner dan situasional

Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran harus mampu menerapkan kepemimpinan visioner dan situasional sekaligus. Kepemimpinan visioner adalah kepemimpinan yang mendasarkan pada visi yang ingin dicapai di masa depan,sedang kepimpinan situasional adalah kepemimpinan yang mempertimbangkan situasi yang sedang dihadapi. Kombinasi dari kedua jenis kepemimpinan tersebut akan mampu memberi inspirasi dan mendorong terjadinya pembelajaran yang futuristik dan kontekstual sekaligus.

7. Melayani siswa dengan prima

Kepala sekolah harus mampu mengajak guru dan karyawan untuk memberikan layanan pembelajaran kepada siswa secara prima dan siswa merupakan pelanggan utama sekolah yang harus menjadi fokus perhatian warga sekolah

8. Melakukan perbaikan secara terus menerus

Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran harus memiliki kemampuan untuk melakukan perbaikan secara terus menerus, yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, refleksi, dan revisi terhadap perencanaan berikutnya, dan siklusnya diulang-ulang

9. Menerapkan karakteristik kepala sekolah efektif

Pemimpin pembelajaran harus selalu menerapkan karakteristik kepala sekolah efektif. Kepala sekolah efektif melakukan hal-hal berikut: luwes dalam pengendalian, membangun teamwork di sekolahnya, komitmen kuat terhadap pencapaian visi dan misi sekolah, menghargai guru dan karyawan atas dedikasinya, memecahkan masalah secara kolaboratif, melakukan delegasi secara efektif, dan fokus pada proses belajar mengajar (pembelajaran).

10. Membangun Warga Sekolah agar Pro-perubahan

Salah satu ciri utama seorang pemimpin pembelajaran adalah memiliki visi dan misi yang jelas dan memiliki cara-cara untuk menggerakkan warga sekolahnya untuk mencapainya. Untuk itu, dia harus mampu mengarahkan, membimbing, memotivasi, mempengaruhi, memberi insprirasi, dan mendukung prakarsa-prakarsa baru, kreativitas, inovasi, dan inisiasi dalam pengembangan pembelajaran.

11. Membangun teamwork yang kompak

Pemimpin pembelajaran harus mampu membangun teamwork yang kompak, cerdas, dinamis, harmonis, dan lincah. Pelibatan, partisipasi, dan dedikasi warga sekolah sangat diperlukan dalam rangka membangun teamwork yang dimaksud.

12. Memberi contoh dan menginspirasi warga sekolah

Memberi contoh dalam berbagai hal misalnya komitmen,disiplin, nyaman terhadap perubahan, kasih sayang terhadap siswa, semangat kerja, dsb. adalah merupakan bagian penting dari karakteristik seorang pemimpin pembelajaran. Tidak kalah penting, seorang pemimpin pembelajaran selalu memberi inspirasi kepada guru, karyawan, dan terutama siswanya untuk mempelajari dan menikmati hal-hal yang belum diketahui, dan mampu membangun kondisi rasa keingintahuan dari seluruh warga sekolahnya.

Selasa, 31 Januari 2017

Ibu Sejatiku adalah Ibuku

ternyata tidak mudah membuat orang lain menjadi ibu..apalagi kuanggap sebagai pengganti ibuku.
Ibuku memiliki karakter tersendiri dengan ketaqwaanya.
Ibuku memiliki nurani yang lembut menjaga perasaan orang lain. Ibuku tidak suka menyerang. ibuku menikmati karunia Tuhannya dengan caranya, diam saat dihujat. aku ingin mencontohnya. mengalah pada orang2 keras..tapi intuk ini aku tidak selalu bisa..untuk urusan akidahku aku mencoba menampaikannya pada sang Pencipta dan itu adalah hal yang terbaik yang kupilih..Biarlah ibu menjadi icon hatiku. dan ibu penista agamaku tidak selayaknya kujadikan pengganti ibu... Allah Maha Tahu..semoga menunjukki aku pada kebenaran..aamiin ya Robbku

MEREKA PUNYA WAKTU SENDIRI

Jalan menuju kebaeri ruang untukku dimana dapat bergerak bebas sesuai akan membikan sangat terjal dan berliku, bahkan kadang harus menyediakan airmata untuk itu.
Tapi tidak perlu menangis karena Allah ada dan bersamaku.
Dia yang memberi aku petunjuk untuk menunjukkan apa yang disebut kebaikan, akidah dan kelurusan.
Sang waktu akan memberi ruang untukku dimana bisa bergerak bebas menikmati masa. masa untuk bisa tersenyum dalam hati kecilku. Allah tidak akan membiarkan aku menangisi apa yang kuperbuat demi kebaikan.
Allah akan memberi jawaban dan ruang pada penista kebaikanku...
mereka yang memberi lesung nynyir di bibirnya akan mendapatkan waktu untuk menikmati apa yang diperbuatnya..aku yakin itu..aku tidak marah dikatakan munafik meski pun aku kecewa,
semua kukembalikan pada Pemilik ayat-ayatnya. aku tidak sok suci, karena kesucian sejati hanya milik Allah semata. biarlah Allah memberi waktu padan mereka yang menyakitiku dengan cara apa pun. Aku selalu mendapatkan hadiah terindah sesuai KehendakNya. dan mereka akan punya waktu tersendiri untuk menguku semuanya. Mereka punya waktu sendiri untuk mendapatkan balasan dariNya. dan Allah tidak pernah lengah terhadap MakhlukNya.

Sabtu, 05 November 2016

KETIKA INGIN

Ketika ingin kejujuran maka jiwa ini melenggang mengitari kenyamanan.
Malaikat seakan membisikkan kelembutan pada sanubari yang sebenarnya lemah
Namun Tuhan menjaga naluri dengan caraNya.
Dan bumi seakan mendukung seraya berkata "tinggalkan kemunafikan yang tidak memberimu arah!"
aku ingin menangis,,, dan kekuatan yang membuatku mampu berdiri dengan keuthan adalah keyakinan diri.

Bulan seperti tertutup awan. resah menggayut, menunjukkan rasa ketidak sabaran dan bahkan ketidak hakikian seorang makhluk..aku ada dimana ? awan merujuk pada satu kemauan. saat tidak panas semua menjadi sejuk. dan seperti ada suara lain berbisik. "Lihatlah banyak kemunafikan berjalan lengang tanpa ada yang mengusik!". aku bimbang, kekalutan ini yang selalu menakutiku. kapan aku bisa berdiri di atas hatiku sendiri ?

kugelar hasrat untuk berdoa. mengapa selalu ada yang membelokkan hati, Tidak ! Tuhan...suatu saat aku akan kembali padaMu. jangan biarkan aku melangkah dengan caraku sendiri tanpa ridhoMu..ampuni aku
ketika aku ingin kejujuran dan kelurusan aku hanya ingin bersandar padamu. aku tidak perduli panas dan hujan karena itu selalu ada dalam bumiMu..Ampuni aku !

Rabu, 07 September 2016


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
No.2

Satuan Pendidikan : SMP  Negeri 1 Cibinong
Kelas/Semester : VII/1
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Alokasi Waktu : 4 jp ( 2 X Pertemuan )

A. KOMPETENSI INTI :
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1.Memahami konsep ruang (lokasi, distribusi, potensi,iklim,bentuk muka bumi, geologis, flora dan fauna) dan interaksi antarruang di Indonesia serta pengaruhnya  terhadap kehidupan manusia dalam aspek ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan.
1. Menjelaskan perbedaan peta,  atlas dan globe.
2. Menunjukkan peta lingkungan setempat (kabupaten / kota, provinsi) dengan menggunakan peta, atlas dan globe
3. Menunjukkan daerah tertentu pada peta lingkungan kabupaten / kota, provinsi
4. Membaca peta lingkungan setempat
  
4.1. Menyajikan hasil telaah konsep ruang (lokasi, distribusi, potensi, iklim, bentuk muka bumi, geologis, flora dan fauna) dan interaksi antarruang Indonesia serta pengaruhnya  terhadap kehidupan manusia Indonesia dalam aspek ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan.
1. Menunjukkan komponen pada peta
2. Mengemukakan/mengungkapkan hasil kerja kelompok



B. MATERI PELAJARAN
1. Memahami lokasi melalui Peta
2. Letak dan Luas Indonesia

C. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN:
1. Pendekatan :   Saintific
2. Metode :  Ceramah, diskusi STAD (Student Team Achievement Divisions
3. Model Pembelajaran :  Berbasis masalah (Problem Based Learning).

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN

KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI WAKTU
PERTEMUAN 1
Pendahuluan a. Berdoa, Cek kehadiran siswa
b. Motivasi (mengungkapkan manfaat mempelajari topik dalam kehidupan).
c. Apersepsi (Mengkaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik sebelumnya)
d. Menginformasikan tujuan yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran.
10 menit
Inti

1.Membentuk kelompok diskusi 6 kelompok tiap kelompok terdiri dari 5-6 siswa
2. Kelompok terbagi menjadi 2 kelompok besar
Kelompok 1-2-3 membahas Letak Indonesia
Kelopok 3-4-6 membahas Bentuk Muka Bumi Indonesia, peta lingkungan tempat tinggal. Peta kota dan kabupaten dan komponen pada peta
3. Tiap kelompok memprestasikan hasil diskusi terus yang lainya menanggapi 60 menit


Penutup

a. Membuat  kesimpulan tentang materi pembelajaran hari itu dilakukan siswa bersama guru
b. Melakukan refleksi atau menggali feedback dari Siswa
c. Menugaskan peserta didik mengamati lingkungan sekitar untuk pertemuan berikutnya (PR) tentang: Potensi wisata di Purbalingga yang belum tergali
d. Menutup pelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.(religius) 10 menit




E. ALAT DAN SUMBER BAHAN
1. Alat dan Bahan:
LCD
Laptop
2. Sumber Bahan:
Buku Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2013. Ilmu Pengetahuan Sosial.
Buku dan sumber lain yang relevas

F. PENILAIAN HASIL BELAJAR
1. Teknik : Penugasan, tertulis
2. Bentuk : Essay
3. Instrumen :  Test
4. Kunci dan Pedoman Penskoran : (terlampir)
5. Tugas  kelompok (terlampir)

Cibinong, Juli 2016
Mengetahui, Guru Mata Pelajaran
Kepala SMPN 1 Cibinong




Dra, Hj, Tri Rahayu, M.Pd Dra. Rr, Purwani Retno Y, S.Pd, MM.Pd
Nip. 196511281990032004 Nip. 196207081987032002


RPP IPS KELAS 7 2016

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) No.2 Satuan Pendidikan : SMP Negeri 1 Cibinong Kelas/Semester : VII/1 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Alokasi Waktu : 4 jp ( 2 X Pertemuan ) A. KOMPETENSI INTI : 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.1.Memahami konsep ruang (lokasi, distribusi, potensi,iklim,bentuk muka bumi, geologis, flora dan fauna) dan interaksi antarruang di Indonesia serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia dalam aspek ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan. 1. Menjelaskan perbedaan peta, atlas dan globe. 2. Menunjukkan peta lingkungan setempat (kabupaten / kota, provinsi) dengan menggunakan peta, atlas dan globe 3. Menunjukkan daerah tertentu pada peta lingkungan kabupaten / kota, provinsi 4. Membaca peta lingkungan setempat  4.1. Menyajikan hasil telaah konsep ruang (lokasi, distribusi, potensi, iklim, bentuk muka bumi, geologis, flora dan fauna) dan interaksi antarruang Indonesia serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia Indonesia dalam aspek ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan. 1. Menunjukkan komponen pada peta 2. Mengemukakan/mengungkapkan hasil kerja kelompok B. MATERI PELAJARAN 1. Memahami lokasi melalui Peta 2. Letak dan Luas Indonesia C. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN: 1. Pendekatan : Saintific 2. Metode : Ceramah, diskusi STAD (Student Team Achievement Divisions 3. Model Pembelajaran : Berbasis masalah (Problem Based Learning). D. KEGIATAN PEMBELAJARAN KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI WAKTU PERTEMUAN 1 Pendahuluan a. Berdoa, Cek kehadiran siswa b. Motivasi (mengungkapkan manfaat mempelajari topik dalam kehidupan). c. Apersepsi (Mengkaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik sebelumnya) d. Menginformasikan tujuan yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran. 10 menit Inti 1.Membentuk kelompok diskusi 6 kelompok tiap kelompok terdiri dari 5-6 siswa 2. Kelompok terbagi menjadi 2 kelompok besar Kelompok 1-2-3 membahas Letak Indonesia Kelopok 3-4-6 membahas Bentuk Muka Bumi Indonesia, peta lingkungan tempat tinggal. Peta kota dan kabupaten dan komponen pada peta 3. Tiap kelompok memprestasikan hasil diskusi terus yang lainya menanggapi 60 menit Penutup a. Membuat kesimpulan tentang materi pembelajaran hari itu dilakukan siswa bersama guru b. Melakukan refleksi atau menggali feedback dari Siswa c. Menugaskan peserta didik mengamati lingkungan sekitar untuk pertemuan berikutnya (PR) tentang: Potensi wisata di Purbalingga yang belum tergali d. Menutup pelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.(religius) 10 menit E. ALAT DAN SUMBER BAHAN 1. Alat dan Bahan: • LCD • Laptop 2. Sumber Bahan: • Buku Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2013. Ilmu Pengetahuan Sosial. • Buku dan sumber lain yang relevas F. PENILAIAN HASIL BELAJAR 1. Teknik : Penugasan, tertulis 2. Bentuk : Essay 3. Instrumen : Test 4. Kunci dan Pedoman Penskoran : (terlampir) 5. Tugas kelompok (terlampir) Cibinong, Juli 2016 Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Kepala SMPN 1 Cibinong Dra, Hj, Tri Rahayu, M.Pd Dra. Rr, Purwani Retno Y, S.Pd, MM.Pd Nip. 196511281990032004 Nip. 196207081987032002 Lampiran Contoh soal : 1. Sebutkan beberapa komponen – komponen penting dalam peta? 2. Apa yang di maksud dengan skala? 3. Kumpulan beberapa peta yang dibukukan disebut ? 4. Apa fungsi legenda pada sebuah peta? 5. Mengapa setiap peta harus disertai tahun pembuatan peta? 1. Perbedaan peta, atlas dan globe Peta adalah gambaran keadaan permukaan bumi yang ditampilkan pada suatu bidang datar dengan skala tertentu. Permukaan bumi yang digambarkan pada peta dapat meliputi wilayah yang sempit, seperti peta lingkungan kompleks perumahan tempat tinggalmu dan bahkan kompleks sekolahanmu, juga gambar permukaan bumi yang luas, seperti peta provinsi maluku, peta Indonesia, peta Asia Tenggara, bahkan peta dunia. Atlas adalah kumpulan peta yang dibuat dalam bentuk buku, dan disusun secara sistematis. Kumpulan peta-peta yang ada dalam satu atlasmempunyai simbol, penafsiran, serta bahasa yang sama. Atlas ada yang bersifat nasional, regional, maupun dunia. Atlas nasionalnya, misalnya atlas Indonesia. Atlas regional menggambarkan peta-peta tertentu dibagian bumi, misalnya Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Barat, Eropa Barat, dll. Atlas dunia mencakup seluruh bagian bumi, baik berupa benua-benua, negara, dll. Atlas yang baik memiliki judul atlas, daftar isi, legenda, simbol, indeks. Globe adalah tiruan bola bumi dalam bentuk yang kecil. Kedudukan globe tidak lurus tetapi miring 66 ½ᵒ. Globe dapat memberikan informasi yakni menunjukkan bentuk bumi, menunjukkan sistem garis lintang dan garis bujur, memperlihatkan gambaran permukaan bumi secara utuh, memperagakan gerak rotasi bumi, memperagakan terjadinya siang dan malam. 2. Jenis-jenis peta dan atlas Peta dapat dibedakan menjadi dua yakni peta umum dan peta tematik. Peta umum adalah peta yang yang di dalamnya menampilkan berbagai objek yang ada di permukaan bumi secara umum. Peta tematik yaitu peta yang hanya menampilkan satu tema. Contoh peta tematik adalah peta kepadatan penduduk, peta jenis tanah, peta geologi. Atlas yang kita temukan kebanyakan bersifat umum, akan tetapi ada pula yang bersifat khusus. Atlas khusus antara lain: Atlas sejarah Indonesia.