Senin, 03 Desember 2012

RPP No,6




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP) No.6


                        SEKOLAH                 : SMP Negeri 1 Cibinong
                        MAPEL                      : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
                        KELAS/SMT              : VII/1
                        WAKTU                     : 2 x 40' (2 x pertemuan)
Standar Kompetensi:
1.      Memahami kehidupan sosial manusia.

Kompetensi Dasar
2.1  Menguraikan proses interaksi sosial

Indikator Pembelajaran
o   Mengidentifikasi proses sosial asosiatif .

o   Memberi contoh proses sosial disosiatif.
I.          Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai melaksanakan kegiatan pembelajaran, siswa dapat :
1.  Menjelaskan proses sosial asosiatif
2.  Menyebutkan proses sosial yang disosiatif

II.          Materi ajar
                     1.         Proses sosial asosiatif
                     2.         Proses sosial disosiatif
                     3.         Perbedaan proses sosial asosiatif dan dis asosiatif
                     4.         Contoh bentuk proses sosial asosiatif
                     5.         Contoh bentuk proses sosial dis asosiatif

III. Metode pembelajaran
Pendekatan              : Kooperatif learning
Model                       : Student Teams Achievement Division (STAD)
Metode                     :
o    Ceramah
o    Diskusi
o    Tanya jawab
o    Penugasan




IV. Langkah-langkah Pembelajaran

No
Kegiatan
Waktu
Metode
Karakter
1.
Kegiatan Pendahuluan
-       Guru memberi salam, berdoa bersama, dan mengabsen siswa.
-       Guru memeriksa kebersihan kelas dan kerapiannya
-       Guru menampilkan berita tentang penyimpangan sosial dan pengendaliannya
-       Guru memberikan gambaran tentang materi yang akan dipelajari
20'
Tanya jawab
Ceramah bervariasi
Religius
Rajin
Peduli Lingkungan
Perhatian
Cinta tanah air
Rasa ingin tahu

2.
Kegiatan Inti
Eksplorasi
-       guru membagi siswa dalam 5 kelompok diskusi dengan tema
·      Proses sosial asosiatif
·      Proses sosial disosiatif
·      Perbedaan proses sosial asosiatif dan dis asosiatif
·      Contoh bentuk proses sosial asosiatif
·      Contoh bentuk proses sosial dis asosiatif
Elaborasi
-       setiap siswa diskusi sesuai kelompoknya dan tema yang menjadi tugas kelompoknya, saling bertukar pikiran
-       guru berkeliling membimbing dan mengarahkan diskusi
-       salah satu anggota kelompok maju presentasi hasil diskusinya
Konfirmasi
-       siswa kelompok lain menanggapi
-       guru memberikan penekanan dari hasil diskusi yang disampaikan setiap kelompok
50'
Diskusi
Pengamatan
Tanya jawab
Adil
Berani berpendapat
Toleransi
Menghargai
Kerja sama
Mandiri
Gemar membaca
Nasionalisme
Patriotisme
3.
Penutup
-       guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang materi yang diajarkan
-       guru menyampaikan perlunya pengendalian terhadap penyimpangan sosial
10'
Ceramah
Pengamatan
Tanya jawab
Adil
Berani berpendapat
Toleransi
Menghargai
Kerja sama
Mandiri
Gemar membaca


V.    Sumber belajar
-       buku teks yang relevan
-       Peta
-       LCD
-       Gambar/foto

VI.  Penilaian Hasil Belajar

                     1.         Jelaskan apa yg dimaksud dengan proses sosial asosiatif
                     2.         Jelaskan pengertian proses sosial disosiatif
                     3.         Bedakan antara proses sosial asosiatif dan dis asosiatif
                     4.         Tunjukkan contoh bentuk proses sosial asosiatif
                     5.         B eri contoh bentuk proses sosial dis asosiatif

RUBRIK PENILAIAN AFEKTIF
(DISKUSI KELOMPOK)
Aspek
Skor
Kriteria penilaian
Kerjasama dalam kelompok
3
Dapat bekerjasama dengan baik dengan anggota kelompok
2
Kurang dapat bekerjasama dengan anggota kelompok
1
Tidak dapat bekerjasama dengan anggota kelompok
Keaktifan dalam menyelesaikan tugas
3
Aktif dalam menyelesaikan tugas dari awal sampai akhir
2
Kurang aktif dalam mengerjakan tugas
1
Tidak aktif menyelesaikan tugas
Keberanian bertanya dan menjawab
3
Sering bertanya, menjawab, berargumen
2
Pernah bertanya, menjawab pertanyaan
1
Tidak pernah bertanya, menjawab pertanyaan
Total Sekor
9


Nilai =


LEMBAR PENILAIAN AFEKTIF (DISKUSI KELOMPOK)
No
Absen
Aspek
Σx
Persentase
(%)
T/TT
Kerja kelompok
keaktifan
keberanian
3
2
1
3
2
1
3
2
1
1












2












3












4












5












6












7












8












9












10












11












12












13












14












15












16












17












18












19












20












21












22












23












24












25












26












27












28












29












30












31












32












33












34












35












36












37












38












39












40












Keterangan:    T          : TUNTAS                              TT        : TIDAK TUNTAS






                                                                        Cibinong, Juli 2012
Mengetahui,
Kepala Sekolah SMPN 1 Cibinong                                        Guru Mata Pelajaran




Dra. Hj. Eni Husnanaeny,MM.                                              Dra. Rr. Purwani Retno Y, S Pd       
NIP. 196005071983032004                                                    NIP. 196207081987032002

ANTAGONISME POLITIK



Antagonis adalah karakter atau sekelompok karakter, atau, kadang-kadang merupakan institusi suatu kejadian yang mewakili oposisi menentang argumen-argumen pihak protagonis (dalam arti lain, antagonis adalah karakter hitam). Dalam gaya klasik sebuah cerita di mana aksinya terdiri dari seorang wira melawan seorang penjahat, kedua-dua mereka bisa diperhitungkan masing-masing sebagai protagonis dan antagonis. Antagonis biasanya jahat dan tidak baik serta sering menjadi pembuat onar (ulah).
Berlawanan dengan kepercayaan masyarakat, para antagonis tidak selalu bersifat jahat, tetapi
hanya melawan si karakter utama. Antagonis ini merupakan ancaman besar atau hambatan bagi karakter utama dengan keberadaan mereka, tanpa harus sengaja mentargetkan dia.
Melihat definisi antagonis di atas, maka secara umum  kita dapat mengambil kesimpulan bahwa antagonism politik merupakan suatu sikap yang menentang atau bertolak belakang dengan kekuasaan politik,  dalam hal ini pemerintah.
Faktor penyebab antagonisme politik

Menurut Maurice Duverger, antagonisme politik lahir dari berbagai sebab yang digolongkan ke dalam dua kategori, yakni bergerak pada tingkat individual , seperti kecerdasan pribadi dan faktor psikologis dan pada tingkat kolektif, seperti faktor-faktor rasial, perbedaan dalam kelas-kelas sosial dan faktor sosiokultural. Setiap kategori sesuai dengan sebuah bentuk perjuangan politik.