Sabtu, 05 November 2016

KETIKA INGIN

Ketika ingin kejujuran maka jiwa ini melenggang mengitari kenyamanan.
Malaikat seakan membisikkan kelembutan pada sanubari yang sebenarnya lemah
Namun Tuhan menjaga naluri dengan caraNya.
Dan bumi seakan mendukung seraya berkata "tinggalkan kemunafikan yang tidak memberimu arah!"
aku ingin menangis,,, dan kekuatan yang membuatku mampu berdiri dengan keuthan adalah keyakinan diri.

Bulan seperti tertutup awan. resah menggayut, menunjukkan rasa ketidak sabaran dan bahkan ketidak hakikian seorang makhluk..aku ada dimana ? awan merujuk pada satu kemauan. saat tidak panas semua menjadi sejuk. dan seperti ada suara lain berbisik. "Lihatlah banyak kemunafikan berjalan lengang tanpa ada yang mengusik!". aku bimbang, kekalutan ini yang selalu menakutiku. kapan aku bisa berdiri di atas hatiku sendiri ?

kugelar hasrat untuk berdoa. mengapa selalu ada yang membelokkan hati, Tidak ! Tuhan...suatu saat aku akan kembali padaMu. jangan biarkan aku melangkah dengan caraku sendiri tanpa ridhoMu..ampuni aku
ketika aku ingin kejujuran dan kelurusan aku hanya ingin bersandar padamu. aku tidak perduli panas dan hujan karena itu selalu ada dalam bumiMu..Ampuni aku !

Rabu, 07 September 2016


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
No.2

Satuan Pendidikan : SMP  Negeri 1 Cibinong
Kelas/Semester : VII/1
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Alokasi Waktu : 4 jp ( 2 X Pertemuan )

A. KOMPETENSI INTI :
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1.Memahami konsep ruang (lokasi, distribusi, potensi,iklim,bentuk muka bumi, geologis, flora dan fauna) dan interaksi antarruang di Indonesia serta pengaruhnya  terhadap kehidupan manusia dalam aspek ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan.
1. Menjelaskan perbedaan peta,  atlas dan globe.
2. Menunjukkan peta lingkungan setempat (kabupaten / kota, provinsi) dengan menggunakan peta, atlas dan globe
3. Menunjukkan daerah tertentu pada peta lingkungan kabupaten / kota, provinsi
4. Membaca peta lingkungan setempat
  
4.1. Menyajikan hasil telaah konsep ruang (lokasi, distribusi, potensi, iklim, bentuk muka bumi, geologis, flora dan fauna) dan interaksi antarruang Indonesia serta pengaruhnya  terhadap kehidupan manusia Indonesia dalam aspek ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan.
1. Menunjukkan komponen pada peta
2. Mengemukakan/mengungkapkan hasil kerja kelompok



B. MATERI PELAJARAN
1. Memahami lokasi melalui Peta
2. Letak dan Luas Indonesia

C. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN:
1. Pendekatan :   Saintific
2. Metode :  Ceramah, diskusi STAD (Student Team Achievement Divisions
3. Model Pembelajaran :  Berbasis masalah (Problem Based Learning).

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN

KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI WAKTU
PERTEMUAN 1
Pendahuluan a. Berdoa, Cek kehadiran siswa
b. Motivasi (mengungkapkan manfaat mempelajari topik dalam kehidupan).
c. Apersepsi (Mengkaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik sebelumnya)
d. Menginformasikan tujuan yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran.
10 menit
Inti

1.Membentuk kelompok diskusi 6 kelompok tiap kelompok terdiri dari 5-6 siswa
2. Kelompok terbagi menjadi 2 kelompok besar
Kelompok 1-2-3 membahas Letak Indonesia
Kelopok 3-4-6 membahas Bentuk Muka Bumi Indonesia, peta lingkungan tempat tinggal. Peta kota dan kabupaten dan komponen pada peta
3. Tiap kelompok memprestasikan hasil diskusi terus yang lainya menanggapi 60 menit


Penutup

a. Membuat  kesimpulan tentang materi pembelajaran hari itu dilakukan siswa bersama guru
b. Melakukan refleksi atau menggali feedback dari Siswa
c. Menugaskan peserta didik mengamati lingkungan sekitar untuk pertemuan berikutnya (PR) tentang: Potensi wisata di Purbalingga yang belum tergali
d. Menutup pelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.(religius) 10 menit




E. ALAT DAN SUMBER BAHAN
1. Alat dan Bahan:
LCD
Laptop
2. Sumber Bahan:
Buku Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2013. Ilmu Pengetahuan Sosial.
Buku dan sumber lain yang relevas

F. PENILAIAN HASIL BELAJAR
1. Teknik : Penugasan, tertulis
2. Bentuk : Essay
3. Instrumen :  Test
4. Kunci dan Pedoman Penskoran : (terlampir)
5. Tugas  kelompok (terlampir)

Cibinong, Juli 2016
Mengetahui, Guru Mata Pelajaran
Kepala SMPN 1 Cibinong




Dra, Hj, Tri Rahayu, M.Pd Dra. Rr, Purwani Retno Y, S.Pd, MM.Pd
Nip. 196511281990032004 Nip. 196207081987032002


RPP IPS KELAS 7 2016

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) No.2 Satuan Pendidikan : SMP Negeri 1 Cibinong Kelas/Semester : VII/1 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Alokasi Waktu : 4 jp ( 2 X Pertemuan ) A. KOMPETENSI INTI : 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.1.Memahami konsep ruang (lokasi, distribusi, potensi,iklim,bentuk muka bumi, geologis, flora dan fauna) dan interaksi antarruang di Indonesia serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia dalam aspek ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan. 1. Menjelaskan perbedaan peta, atlas dan globe. 2. Menunjukkan peta lingkungan setempat (kabupaten / kota, provinsi) dengan menggunakan peta, atlas dan globe 3. Menunjukkan daerah tertentu pada peta lingkungan kabupaten / kota, provinsi 4. Membaca peta lingkungan setempat  4.1. Menyajikan hasil telaah konsep ruang (lokasi, distribusi, potensi, iklim, bentuk muka bumi, geologis, flora dan fauna) dan interaksi antarruang Indonesia serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia Indonesia dalam aspek ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan. 1. Menunjukkan komponen pada peta 2. Mengemukakan/mengungkapkan hasil kerja kelompok B. MATERI PELAJARAN 1. Memahami lokasi melalui Peta 2. Letak dan Luas Indonesia C. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN: 1. Pendekatan : Saintific 2. Metode : Ceramah, diskusi STAD (Student Team Achievement Divisions 3. Model Pembelajaran : Berbasis masalah (Problem Based Learning). D. KEGIATAN PEMBELAJARAN KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI WAKTU PERTEMUAN 1 Pendahuluan a. Berdoa, Cek kehadiran siswa b. Motivasi (mengungkapkan manfaat mempelajari topik dalam kehidupan). c. Apersepsi (Mengkaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik sebelumnya) d. Menginformasikan tujuan yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran. 10 menit Inti 1.Membentuk kelompok diskusi 6 kelompok tiap kelompok terdiri dari 5-6 siswa 2. Kelompok terbagi menjadi 2 kelompok besar Kelompok 1-2-3 membahas Letak Indonesia Kelopok 3-4-6 membahas Bentuk Muka Bumi Indonesia, peta lingkungan tempat tinggal. Peta kota dan kabupaten dan komponen pada peta 3. Tiap kelompok memprestasikan hasil diskusi terus yang lainya menanggapi 60 menit Penutup a. Membuat kesimpulan tentang materi pembelajaran hari itu dilakukan siswa bersama guru b. Melakukan refleksi atau menggali feedback dari Siswa c. Menugaskan peserta didik mengamati lingkungan sekitar untuk pertemuan berikutnya (PR) tentang: Potensi wisata di Purbalingga yang belum tergali d. Menutup pelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.(religius) 10 menit E. ALAT DAN SUMBER BAHAN 1. Alat dan Bahan: • LCD • Laptop 2. Sumber Bahan: • Buku Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2013. Ilmu Pengetahuan Sosial. • Buku dan sumber lain yang relevas F. PENILAIAN HASIL BELAJAR 1. Teknik : Penugasan, tertulis 2. Bentuk : Essay 3. Instrumen : Test 4. Kunci dan Pedoman Penskoran : (terlampir) 5. Tugas kelompok (terlampir) Cibinong, Juli 2016 Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Kepala SMPN 1 Cibinong Dra, Hj, Tri Rahayu, M.Pd Dra. Rr, Purwani Retno Y, S.Pd, MM.Pd Nip. 196511281990032004 Nip. 196207081987032002 Lampiran Contoh soal : 1. Sebutkan beberapa komponen – komponen penting dalam peta? 2. Apa yang di maksud dengan skala? 3. Kumpulan beberapa peta yang dibukukan disebut ? 4. Apa fungsi legenda pada sebuah peta? 5. Mengapa setiap peta harus disertai tahun pembuatan peta? 1. Perbedaan peta, atlas dan globe Peta adalah gambaran keadaan permukaan bumi yang ditampilkan pada suatu bidang datar dengan skala tertentu. Permukaan bumi yang digambarkan pada peta dapat meliputi wilayah yang sempit, seperti peta lingkungan kompleks perumahan tempat tinggalmu dan bahkan kompleks sekolahanmu, juga gambar permukaan bumi yang luas, seperti peta provinsi maluku, peta Indonesia, peta Asia Tenggara, bahkan peta dunia. Atlas adalah kumpulan peta yang dibuat dalam bentuk buku, dan disusun secara sistematis. Kumpulan peta-peta yang ada dalam satu atlasmempunyai simbol, penafsiran, serta bahasa yang sama. Atlas ada yang bersifat nasional, regional, maupun dunia. Atlas nasionalnya, misalnya atlas Indonesia. Atlas regional menggambarkan peta-peta tertentu dibagian bumi, misalnya Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Barat, Eropa Barat, dll. Atlas dunia mencakup seluruh bagian bumi, baik berupa benua-benua, negara, dll. Atlas yang baik memiliki judul atlas, daftar isi, legenda, simbol, indeks. Globe adalah tiruan bola bumi dalam bentuk yang kecil. Kedudukan globe tidak lurus tetapi miring 66 ½ᵒ. Globe dapat memberikan informasi yakni menunjukkan bentuk bumi, menunjukkan sistem garis lintang dan garis bujur, memperlihatkan gambaran permukaan bumi secara utuh, memperagakan gerak rotasi bumi, memperagakan terjadinya siang dan malam. 2. Jenis-jenis peta dan atlas Peta dapat dibedakan menjadi dua yakni peta umum dan peta tematik. Peta umum adalah peta yang yang di dalamnya menampilkan berbagai objek yang ada di permukaan bumi secara umum. Peta tematik yaitu peta yang hanya menampilkan satu tema. Contoh peta tematik adalah peta kepadatan penduduk, peta jenis tanah, peta geologi. Atlas yang kita temukan kebanyakan bersifat umum, akan tetapi ada pula yang bersifat khusus. Atlas khusus antara lain: Atlas sejarah Indonesia.

Sabtu, 04 Juni 2016

ROTASI, GRAFITASI DAN SIMBIOSIS KEHIDUPAN

Langkah indah di bukit terjal memacuku untuk terus bergerak. Bergerak dan bergerak. Mendaki, menurun, menepi dan berlari ke tengah.. ketika cahaya menjaring di antara desahan rasa dalam nafas ketakutan, maka ujung ada menyeimbangkan diri dengan grafitasi.. kaki terus nyaman menginjak bumi walau harus mendaki dan menurun..semua dalam lelah yang sama Rotasi kehidupan mengajariku bertahan... ketika aku menjadi anak aku berusaha tunduk pada ibu yang melahirkanku dan ketika menjadi ibu aku harus belajar tunduk pada anak-anak yang kulahirkan. sekali pun tidak seharusnya demikian tapi kehidupan ini harus berjalan. Bernaung di bawah simbiosis mutualisme..karena ku bukan benalu...aku mencoba menyelaraskan keuntungan buat orang lain meski tidak sama. setidaknya bisa berbagi bahwa di tengah nuansa alami aku hidup secara alami. Titik lahir sudah berlalu dan kita sedang berusaha menuju garis Y menelusuri garis X. Tuhan bersama kita jika kita mau menapaki garis X.T.. Sampai sini kalimatku..tercekat di antara keraguan..dan esok aku akan menulis lagi...menulis untuk menerawang fatamorgama... Insya Allah

Selasa, 31 Mei 2016

KETIKA HARUS MENGALAH

Purnama selalu memberiku kekaguman tentang rasa, rasa bersyukur karena Allah membiarkanku hadir di dunia ini..menikmati alamNya. menggunakan berbagai fasilitas yang ada..seperti kebebasan bernafas, tertawa, bercanda, menangis dan semua yang menggunakan nafasku untuk bergerak menyeimbangkan diri dengan grafitasi.. semua yang kunikmati adalah anugerah ..semua yang mengelilingi kehidupanku pun anugerah.. pun ketika aku harus belajar memahami orang lain untuk mengalah... kalah dalam pertandingan yang sebenarnya tidak sengaja kita mainkan. Apa ini adalah bagian dari anugerah. saat aku mencoba berjuang dan memiliki apa yang harus kumiliki sebagai kebahagiaanku. bisa bekerja dan bekerja..menghasilkan sesuatu yang sudah menjadi hakku, hak yang kuprioritaskan untuk kuraih..tiba-tiba banyak wajah2 muram bergelimpangan di depan mataku, mencibir, mendengki.bagaimana aku tahu semua itu? aku hanya menikmati ketidak nyamanan. apa yang diberikan olehNya untukku seolah mengkhawatirkan banyak orang..itu adalah kenaifan yang tiba-tiba muncul di hadapanku. Seperti apa selanjutnya? mereka "mereka" sesuatu agar semua hilang dari kehidupanku. Pada saat itu aku harus menegur siapa? TIDAK ADA.. Yang ada hanya Tuhan yang Mengetahui Rasaku...Tuhan yang tidak berpaling dariku. ketika itu aku butuh manusia yang memiliki obat untuk ketidak nyamanaku. dan orang-orang itu dikirim Tuhan untuk kehidupanku. Jawaban yang indah adalah "aku harus mengalah" mengalah demi kedengkian orang lain terhadapku dengan selalu berbicara dengan Tuhanku. Mengalah berarti menyerahkan segenap harga diri. Kesedihan adalah perhiasan. dan ketika harus tersisih itu adalah kehendakNya..saat harus luka itu saatnya mengalah. mengalah yang terbaik adalah dengan menambah ketaqwaan dan kedekatan denganNya...dari sana aku paham betapa indahnya mengalah...

Jumat, 26 Februari 2016

Berhenti Dari Ghibah

Abdullah bin Wahb –rahimahullah– berkata:
جعلت على أن أصوم يوما إن اغتبت أحدا فهان علي الصوم فجعلت على نفسي درهم صدقة فأمسكت .
“Aku pernah mengharuskan puasa sehari pada diriku bila aku menggunjing orang lain. Hanya saja puasa menjadi sesuatu yang mudah bagiku. Lalu aku pun mensyaratkan pada diriku agar bersedekah dengan sekeping dirham (setiap kali menggunjing orang lain). Akhirnya akupun benar-benar berhenti (dari ghibah)” (Siyarus Salaf: 1134).
Imam Al Bukhari pernah mengatakan,
قال البخاري: ما اغتبت أحدا قط منذ علمت أن الغيبة حرام، إني لأرجو أن ألقى الله ولا يحاسبني أني اغتبت أحدا.
“Aku tak pernah mengghibahi seorang pun sejak aku tahu bahwa ghibah itu haram. Sungguh aku berharap agar saat bertemu Allah nanti Dia tidak menghisabku karena aku pernah mengghibahi orang lain” (Thabaqaat As Subki: 9/20)
Kedua atsar di atas patut dijadikan bahan renungan, terutama di zaman ini, dimana ghibahtelah berubah menjadi bumbu wajib dalam majelis. Bahkan sebagian orang menjadikannya sebagai profesi dan tontonan yang mengasyikkan.
Ingat..!
Pelaku ghibah dan orang yang ikut duduk di majelis ghibah, atau menyaksikan tayangan ghibah melalui media televisi sama dalam pandangan syariat, kecuali bila dia mengingkarinya.
Terkadang dalam satu majelis sebagian orang tidak ikut menggibahi orang lain, namun dia ikut tertawa, tersenyum dan sikap lainnya yang memperlihatkan sikap ridha terhadap perbuatan tersebut, maka diapun mendapat hukuman yang sama.
Bila suasana majelis anda telah berubah menjadi majelis ghibah, maka rubalah dengan lisan, bila tidak maka berdirilah dan tinggalkan majelis tersebut, karena yang turut hadir dalam majelis anda saat itu bukan hanya manusia saja.
Az-Zuhri mengatakan,
إذا طال المجلس كان للشيطان فيه نصيب
“Bila waktu bermajelis mulai panjang, maka syaithan punya bagian dalam majelis tersebut” (Al-Hilyah).
***
Penulis: Ustadz Aan Chandra Thalib, Lc.
Artikel Muslim.or.id