Pada satu puri bersemayam satu jiwa mumpuni. Jiwa selalu ingin menerima dan ikhlas walau dalam kepahitan dan kepedihan tiada tara. Jiwa yang matang oleh pesona kehidupan.
Pada satu kertas dia menuliskan :
"Ketika aku menjadi yang terbaik di antara orang-orang yang sering mendzalimi dirinya sendiri aku merasa nyaman dengan kehidupan yang kujalani." Kucerna kalimat itu sebagai satu titik menggelitik. yang indah-indah dalam kehidupan ini kadang menimbulkan kedengkian orang lain sehingga dzalim, tapi yang paling penting dari segenap kehidupan ini adalah keindahan rasa ikhlas itu.. dan benar adanya. orang-orang dengki itu akan semakin tidak mampu menandingi orang-orang yang didzolimi.. Kasian nasibnya.
isi puri itu pelantum dendang aroma kebaikan.. dan ia adalah gelombang ketangguhan.. sahabat hatiku, bahagialah selalu
Minggu, 21 Agustus 2011
Senin, 06 Juni 2011
Selalu..
Bak setetes kedamaian mengunci hati dalam gemilangnya arus pikiran jernih..
Seperti apa rasa terima kasih itu ?
seperti Buah yang ranum ? atau segenggam sekap yang menebar tak beraroma, tidak berwarna...
Sangat sulit menggambarkan keadilan,, karena yang kutemui adalah jiwa kerontang yang haus akan kesadaran.
Warna hatiku tertutup kemelut kebingungan.
Jangan pikirkan karena nilai itu ada di dada lapang..
Sang senja akan selalu menebar kearifan..
itu Kebaikan tidak SELALU secawan dengan mercuri.
Itu pengorbanan SELALU harus disertai keikhlasan.
Selalu dan SELALU,, aku berucap dalam hati,, "Oh begini..???"
Seperti apa rasa terima kasih itu ?
seperti Buah yang ranum ? atau segenggam sekap yang menebar tak beraroma, tidak berwarna...
Sangat sulit menggambarkan keadilan,, karena yang kutemui adalah jiwa kerontang yang haus akan kesadaran.
Warna hatiku tertutup kemelut kebingungan.
Jangan pikirkan karena nilai itu ada di dada lapang..
Sang senja akan selalu menebar kearifan..
itu Kebaikan tidak SELALU secawan dengan mercuri.
Itu pengorbanan SELALU harus disertai keikhlasan.
Selalu dan SELALU,, aku berucap dalam hati,, "Oh begini..???"
Jumat, 03 Juni 2011
Rabu, 01 Juni 2011
Senin, 23 Mei 2011
Tentangnya,tentang kehidupan, tentang cinta...
Dalam suatu pertemuan singkat ada berjuta makna yg menggulirkan kekuatan cinta..Bicaranya yg pelan tp lugas, mantap dan penuh makna... 'tidak enak sendiri' katanya sambil tertawa..'rasanya kita sama' aku mulai membagi kata.. Perjalanan menjadi sebuah kenikmatan hidup.. Kalau boleh kubilang ini mengukir kembali keindahan yang tertinggal..
Kehidupan menjadi semarak, makan bersama, belanja,duduk dan menebar asmara.. Aku cinta, dia cinta dan bicara dgn cinta.. Aku mencintainya..
Kehidupan menjadi semarak, makan bersama, belanja,duduk dan menebar asmara.. Aku cinta, dia cinta dan bicara dgn cinta.. Aku mencintainya..
Langganan:
Postingan (Atom)
-
BAGIAN XIV IBUKU Mungkin ini jawaban doaku kalau akhirnya ibu datang ke apartemenku dengan tangis mengharu biru. Memelukku...
-
BAGIAN XVII PERWIRA HATI Ada sebuah alasan untuk berkenalan dengan dua orang polisi. Perkenalan yang dimulai saat aku kehilangan m...
-
BAGIAN XIX MENGISI CATWALK LAGI Selanjutnya goresan-goresan tangan menari-nari di atas kertas disainku. Aku ingin melupakan pak Ar...


