Minggu, 28 Februari 2010

Permohonanku Hanya PadaNya

Ketika segenap kesulitan menghimpit dinding hati yang menorehkan ketidakmampuanku untuk berbuat sesuatu.. aku merasa tak ada kekuatan lagi selain memohon KepadaNya. Tuhanku yang maha Tinggi tempatNya..
Jiwa keringku menyeringai, mengiringi langkah kepedihan yang menghujam di jantungku..
"Ya Allah tolonglah aku, tolonglah segenap kesulitanku..."

Kesetiaan Wanita

"Demi Allah, tidak ada ganti yang lebih baik dari dia, yang beriman kepadaku saat semua orang ingkar, yang percaya kepadaku ketika semua mendustakan, yang mengorbankan semua hartanya saat semua berusaha mempertahankannya dan darinyalah aku mendapatkan keturunan."

Begitulah Rasulullah SAW menggambarkan kepribadian Siti Khadijjah r.a., istri pertamanya. Seorang isteri sejati, muslimah yang dengan segenap kemampuan diri berkorban demi kejayaan Islam.

Siti Khadijah r.a. berasal dari keturunan terhormat, mempunyai harta kekayaan yang tidak sedikit serta terkenal sebagai wanita yang tegas dan cerdas. Bukan sekali dua kali pemuka kaum Quraisy berusaha untuk mempersunting dirinya. Tetapi pilihannya, justru malah jatuh pada seorang pemuda yang bernama Muhammad, pemuda yang terkenal sebagai seorang yang terpercaya (al-amin), yang tak tergiur oleh kekayaan dan kecantikan Siti Khadijah r.a.

Siti Khadijah r.a. adalah wanita pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Ia banyak membantu dalam meneguhkan tekad Rasulullah SAW ketika melaksanakan risalah dakwah. Ia senantiasa berusaha meringankan kepedihan hati dan menghilangkan keletihan serta penderitaan yang dialami oleh suaminya, dalam menjalankan tugas dakwah menegakkan kalimat tauhid. Inilah keistimewaan dan keutamaan Khadijah dalam sejarah perjuangan Islam. Beliau adalah sumber kekuatan yang berada di belakang Rasulullah SAW.

Setia Kapanpun

Mari kita singkap kembali peristiwa yang sungguh mendebarkan jantung Rasulullah SAW. Peristiwa itu ialah penerimaan wahyu yang pertama di Gua Hira. Sekembalinya ke rumah, baginda berkata kepada isterinya yang tercinta,”Aku berasa khawatir terhadap diriku.”

Siti Khadijah r.a. berusaha menabahkan hati suami yang ditaatinya dengan berkata, “Wahai kakanda, demi Allah, Tuhan tidak akan mengecewakanmu karena sesungguhnya kakanda adalah orang yang selalu memupuk dan menjaga kekeluargaan serta sanggup memikul tanggungjawab. Dirimu dikenali sebagai penolong kaum yang sengsara, sebagai tuan rumah yang menyenangkan tamu, ringan tangan dalam memberi pertolongan, senantiasa berbicara benar dan setia kepada amanah.”

Apakah ada wanita lain yang dapat menyambut sedemikian baik peristiwa bersejarah yang berlaku di Gua Hira seperti yang dilakukan oleh Khadijah kepada suaminya? Apa yang dikatakan oleh Khadijah kepada suaminya pada saat menghadapi peristiwa besar itu menunjukkan betapa besarnya kepercayaan dan kasih sayang seorang isteri kepada suami. Sedikit pun Khadijah tidak merasa ragu-ragu atau syak di dalam hatinya. Persoalannya, dapatkah kita berlaku demikian?

Siti Khadijah r.a. merupakan wanita kaya dan terkenal. Ia bisa saja hidup bermewah-mewah dengan hartanya sendiri. Namun, semua itu dengan rela dikorbankannya untuk memudahkan tugas-tugas suami. Hal ini jelas menunjukkan beliau merupakan wanita yang mendorong kemajuan pahlawan umat manusia, melindungi pejuang terbesar dalam sejarah dengan mewujudkan kedamaian dalam kehidupan rumahtangga. Sikap inilah yang menjadi salah satu sumber kekuatan Rasulullah SAW sepanjang kehidupan mereka bersama.

Setia Dimanapun

Mari kita teliti, fahami serta hayati beberapa gambaran kesetiaan Khadijah yang telah membina kekuatan pada diri dan kehidupan penegak risalah Islam itu.

Sepanjang hidupnya bersama Rasulullah SAW, Siti Khadijah begitu setia menyertai baginda dalam setiap peristiwa suka dan duka. Setiap kali suaminya ke Gua Hira, ia pasti menyiapkan semua bekal dan keperluannya. Seandainya Rasulullah SAW agak lama tidak pulang, ia akan datang menengok untuk memastikan keselamatan sang suami. Sekiranya Rasulullah SAW khusyuk bermunajat, beliau tinggal di rumah dengan sabar sehingga suaminya pulang. Apabila suaminya mengadu kesusahan serta berada dalam keadaan gelisah, sekuat diri ia menenteramkan dan menghiburkan hati suaminya sampai-sampai diliputi ketenangan. Setiap ancaman dan penganiayaan dihadapi bersama. Malah dalam banyak kegiatan peribadatan Rasulullah SAW, Siti Khadijah r.a. Dipastikan selalu ada bersama dan membantu baginda dari mulai hal kecil seperti menyediakan air untuk mengambil wudu.

Kecintaan Khadijah bukanlah sekadar kecintaan kepada suami, sebaliknya yang jelas adalah berlandaskan keyakinan yang kuat tentang keesaan Allah SWT. Segala pengorbanan untuk suaminya adalah ikhlas untuk mencari keridlaan Allah SWT. Allah Maha Adil dalam memberi rahmat-Nya. Setiap amalan yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan pasti mendapat ganjaran yang kekal. Itu termaktub dalam firman-Nya :

Barang siapa yang mengerjakan amalan saleh, baik lelaki maupun wanita dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S. An-Nahl: 97)

Janji Allah itu pasti benar. Kesan kesetiaan Siti Khadijah r.a. bukan sekadar menghasilkan kekuatan yang mendorong kegigihan dan perjuangan Rasulullah SAW, malah membawa berkah yang besar kepada rumah tangga mereka berdua. Anak-anak yang lahir juga adalah anak-anak yang saleh. Keturunan Rasulullah SAW merupakan insan yang senantiasa taat melaksanakan perintah Allah SWT. Semua ini menghasilkan kekuatan yang membantu meningkatkan perjuangan Islam.

Wahai muslimah, sekarang adalah masa untuk kita hidupkan kembali hakikat ini dalam kehidupan kita. Semoga kekuatan Islam akan kembali menaungi kehidupan setiap insan.

Sabtu, 19 Desember 2009

Dan Wanita Setia Tersungkur

Kesetiaan yang dimilikinya sebagai kekuatan hidup, berharap orang-orang yang ada di sekelilingnya berlaku sama, sehingga dia tidak tergoyah oleh hasutan dan rayuan bak "cendana". semua dilewati dengan kekuatan hati... Ternyata manusia tidak selalu mendapatkan sepertri apa yang dia berikan,dan wanita setia itupun tersungkur saat dirinya dikhianati oleh orang-orang terdekatnya...


(Jangan Pernah berubah Sahabatku yang cantik ! Aku mendukungmu !!))

Jika aku tidak berselingkuh karena...

aku sangat menyayangi anak-anakku, aku harus menjaga harga dirinya, bukan karena suami atau siapa tapi inilah yang terpenting dalam hidupku. aku tidak ingin jiwa anak-anakku terluka karena keburukan ibunya. Aku tidak mau nama baik dan harga diri anak-anakku tercoreng karena ibunya seorang pengkhianat, dan satu hal yang terpenting.."aku ingin memberikan yang terbaik bagi kehidupan anak-anakku, memiliki ibu yang penyayang, setia dan bertanggungjawab. Tuhan dengarkan keinginanku. Bahagiakan keluargaku...

Menyusun Keikhlasan

Kalau boleh berkata jujur maka aku akan tambatkan satu kata "penyesalan". Kata yang terangkai dalam jiwa letihku, merajam hati terperi. Meninggalkan kekasih yang sangat kucintai demi menikmati sebuah hati yang tidak bisa kumengerti. Sementara hatiku sendiri dibawa pergi oleh harapanku. Waktu tidak menjawab pengorbanan dengan balasan kebaikan, yang kunikmati adalah kepedihan. Waktu aku menyampaikan kata "maaf" pada kekasihku, ia tidak marah, tidak emosi, menerima segenap keputusanku dengan lapang.
"Apa pun yang kau tentukan asal kau bahagia aku rela". Aku merasa bersalah, kutepis semua rasa bersalah setiap saat dengan harapan aku bisa memperoleh kenyamanan.
Bagiku, apa yang tertulis dalam kehidupan adalah kehendakNya... Semoga keikhlasan menjadi pertanda akan datangnya bahagia..

Rabu, 02 Desember 2009

HARU BIRU WARNA CINTAKU...


Langit masih menyebarkan terik ketika aku mencoba untuk menata hati karena ketidak siapan ini,
"Lihatlah aku, liatlah mataku, banyak yang mewakili isi hati untuk cintaku, hati ini tak pernah kosong untuk sebuah harapan semua demi masa depan, demi aku, demi kamu demi cinta dan semua yang terpendam di rasaku ini." bunyi kalimatnya masih lembut, bukan membuatku kuat tetapi meluluhlantakkan seluruh sendi pertulangan tubuh seolah nadi ini tak mau kompromi bergerak cepat mengguncang kepercayaan yang akhirnya meunculkan ketakutan yang tidak tercegah oleh segenap keyakinanku.
" aku tidak butuh kata-kata aku butuh sesuatu yang kuperlukan untuk hatiku, mengapa kau tega meninggalkan aku di sini berjuang sendiri " sesak dada ini semakin menghimpit.

" ini bukan kata-kata, ini sebuah janji untuk perjuangan, perjuangan asamara yang tidak pernah putus, aku mencintaimu, menyayangimu, menginginkanmu, dengarlah hatiku"
" aku tidak tahu aku tidak sanggup kehilanganmu..!!" hanya itu yang keluar dari lidah keluku"
"Aku juga tidak sanggup, antara tugas dan cinta bagiku tidak bisa untuk menjadi pilihan, tapi kali ini aku memilih tugas demi cinta dan masa depan kita"
Keyakinanku terpatri erat dalam biduk kehidupan asmaraku bersamanya. Dan waktu yang menjawab semuanya ketika ia tak menjadi bagian hidupku, ketika suratan takdir tidak menjodohkan kami, aku kehilangan, aku membirukan hati untuk kesetiaan yang sia-sia, dan aku...harus membiarkan semua berjalan apa adanya...

Minggu, 29 November 2009

KESETIAAN RATU KALINYAMAT

Lahir dengan nama Retno Kencono, menjadi ratu bersuamikan Pangeran Hadirin, setelah suaminya dibunuh Aryo Penangsang sang ratu bertapa dengan membuka seluruh pakaiannya dan mengurai, meninggalkan gemerlap istana, telanjang dan bersumbah tidak akan menggulung rambutnya sebelum keramas dengan darah Aryo Penangsang. Sang ratu setia dapat dijadikan sosok wanita sebagai contoh ketulusan mencinta...