Sabtu, 12 Januari 2019

Terpagut Rindu

pada sanubari cinta akunpernah berangan, memagut hati yg terhimpun dalam manisnya kenangan
Pada sang satria aku bicara ingin jumpa
Tapi sang satria tak yakin akan bersama
Aku berusaha mengemas hati, menumpuk rasa
Kudapati sang satria bicara tetntang masa depan
Begitu labilnya hati sang kucinta

Lalu aku beranjak memungut kenangan
Mencoba menyebar rindu dalam sepi yang riuh
Entah bagaimana sulitnya mengucap kata
Rindu adalah anugerah bahwa aku punya sesuatu di sana
Aku terpagut rindu yang menyeaakkan rasa..

Bansung, 12 Januari 2019

Minggu, 16 Desember 2018

Kasihku Membukit

Wajah kasihku menyusupkan cerita
Cerita fatamorgama yang mengalun tanpa mengenal suara hati..
Isu lara hanya sebuah fantasi..
Kalau kasih tak dimiliki maka cinta akan terus dikehendaki

Satu suara menyembulkan angan yang terkurung dalam sanubari rindu..
Rindu yang berusaha kumatikan..
Kuyakini rindu hanya sebuah pernyataan hati yang kadang tak pasti
Rindu boleh terkirim tapi nurani berhenti bernuasa

Jika kutanyakan pada bulan tak mungkin terjawah..
kusampaikan pada Illahi, gerak hatiku berreaksi..
aku di sini belum pupus oleh seribu tanya
tapi punya seribu jawab dari pertanyaan semu

Aku punya kasih dan tetap mengasihi..
aku berani menantap bukit dan membelakangi bukit..
kasih akan meninggi, membukit dan menggunung
sampai aku yakin pada satu titik yang bisa kuyakini
Kasihku membukit...

Kamis, 13 Desember 2018

Mungkin Tak Boleh

aku tidak menemukan lagi nama itu
mungkin tak boleh...
aku memang harus berdiri di sini, bukan menanti tapi menentukan langkah
bukan menunggu janji tapi mengapus mimpi...
 
setidaknya harus kupaksakan

Minggu, 09 Desember 2018

AKU DAN ANTARAMU

Berdiri luluh namun tegak,
Membacakan cerita lama yang tak bergerak
Mengalun nurani dalam diam hati
Hati yang tak pandai membaca situasi
Hati yang kadang harus menangis dan tak terdengar
Sekali-kali isakan tajam menggelora,

Apa aku berada di suatu lingkup yang berisi penyesalan
Apa aku memang sedang luka tapi tak menganga..
Tak gerak, bergeming dalam risau tak paham..
Aku .....
Entahlah...
Menyapa ...
Menakar...
Ingin tahu ....
Ingin bukti ....?






Jumat, 31 Agustus 2018

CATATAN KEBERDAYAANKU

Ketika mulai belajar membaca hati, maka kuarahkan pandanganku lewat mata...aku belajar dari untaian kalimat bijak "mata jendela hati", " dari mata kejujuran terungkap" dan sorot mata adalah andalan utama bagaimana kita mampu memaknai setiap kata.
betapa lama aku mempelajari semuanya, bahkan setetah ketika semua peristiwa terlewat aku baru menyadari betapa aku telah melewati semua ini tanpa arti..
Aku kalah dalam setiap pertrungan mengartikan kejujuran, hati kecilku mengakui ketidak berdayaanku dalam menyikapi setiap masalah. juga ketika sesuatu tanpa kucurigai karena kepolosanku, esok kutemukan kumparan suasana kusut dari orang2 yang kuanggap baik. kadang aku menangisi ini,  kenapa aku terlewati kepolosan dan kebodohan.. menyesal tiada arti..
Saat itu pasti setiap orang menangis karena merasa terkhianati, aku pun pasti begitu.tidak rela dan sakit..lalu aku harus kemana? kugelar sajadahku, menangis padaNya.. bertahun itu tersembunyi, kucatat dalam sanubari. buah pikirku mengalirkan keperkasaan diri, tidak mesti sakit walau tersakiti, tidak harus takut berjalan diantara pengkhianatan dan dirusaknya harga diri karena ku dilahirkan ibuku atas ijin Tuhan untuk mengisi dunia ini.
Dalam kekalutan hati aku harus tegar. saat itu aku meyakinin bahwa kiriman cobaan slalu datang dari orang yang kita sayangi dan kita percaya.. dalam watu yang lama aku merenda kekuatan dan mengkaji diri.
kalimat awalku berkata " aku tersakiti karena aku yakin bahwa aku akan tumbuh dengan ketidakpercayaan pada sikap baik orang lain bahwa suatu saat ia bisa menyakitiku" . tapi kalimat itu kuhapus dari hatiku..
Selanjutnya ku berpikir "Pengkhianatan ada raja kedengkian jiwa manusia yang tidak tahu perhitunganNya"
Lalu kemana lagi aku melangkahkan pikiranku ? pada satu titiklemah yang tidak baik untuk jiwaku dan menjadi kotor "Mereka manusia pendengki!" Ya Tuhan ampuni dosaku..ketika aku bersujud memohon ampun, Dalam langkah pasca sujudku aku menemukan satu kata yang harus kuterpkan pada hatiku yaitu "IKHLAS"..SATU KATA AJAIB YANG BISA MERUBAH PIKIRANKU DAN HATIKU...
Aku mengawali dengan kata ikhlas di setiap langkahku. aku melenggang dan menarikan hatiku untuk menuju beberapa arah yang membat aku bisa melupakan hal-hal yang tidak baik..
ternyata di sini kunci hati ini terbuka luas.. dan ini KEBERDAYAAN yg sangat luar biasa.. hari penuh senyum dan kepsrahan kunikmati.. Ternyata Tuhan sangat menyayangiku, mengasihaniku.. inilah catatan keberdayaanku yang membuat aku mampu menaklukan keburukan...