Senin, 09 April 2012
KETIKA KUMULAI MENYUKAI INI
Traveling, long trip dan sebagainya,mulai kusukai saat aku mendapat banyak pelajaran dari kehidupanku yang penuh warna. berdekatan dengan orang-orang yang memberiku kesempatan dan menyebarkan banyak kemungkinan yg tidak terduga, aku m ulai menebak-nebak jika aku dekat dengan seseorang, teman, kenalan dan sebagainya. "apa dia baik? apa dia buruk? apa dia seperti yang lain?" sebenarnya ini hampir selalu meluncurkan dosa.. tapi ini menjadi wahana cara berpikirku.
Kaki langit ini uas, aku menimbang dengan senyum, dengan khawatir dengan hati, menuangkan segala pikiran dan perasaan, mengapa yang kusayang berkhianat, mengapa yang kubaiki menoreh luka (tidak semua)setidaknya aku mulai paham. sahabat yang kusebut sahabat, teman yang kusebut teman.menoreh warna. kemunafikan menjadi ajak gejolak warna hatinya di mataku. aku tersenyum sesaat. ketika kukatakan bangsaku trouble maker, salah satu guruku tidak terima, Tidak semuanya, itu hanya sebagian orang yang punya watak seperti itu.. lihatlah orang-orang yang tulus pada kita,, aku meyakini dan yang tersandar pada kehidpanku, ketika aku membuka wawasan banyak bangsa yang menjadikan materi pembelajaranku bertambah,, Dan aku m ulai menyukai ini. menyukai kebersamaan dengan berbagai bangsa,,
Rabu, 08 Februari 2012
Jumat, 07 Oktober 2011
Ya Allah ampuni aku
Ampuni aku yang tidak bisa memahami keadaan orang-orang yang ada di depanku,, orang terdekat yang kadang mendzolimi aku berlebihan,, orang yang seharusnya mengajariku tetapi harus kuajari, orang yang seharusnya kujadikan panutan, tapi malah menjadikan aku baxix sehingga aku harus tenggelam dalam kebimbangan yang berlebihan.. ya Allah ampuni aku...
Sabtu, 17 September 2011
Tatap Indahnya
Selalu kunikmati senyum yang kadang di sembunyikan, Kadang dia menyembunyikan "rasa" nya tapi aku menikmati.
Perjamuan bahagia untuk hidupku. Biar banyak yang melukaiku tapi senang dia tidak melukaiku. Keadaan tidak akan berubah. kami masih dalam padanan hati, aku seribg menghindar, melambai menguatkan kejujuran, keikhlasan dan menghargai.
Dia masih seperti pelangi dalam hidupku, dia mumpuni,
"Kita sedang menjalani kehidupan kita masing-masing seperti ketentuanNya" demikian makna yang terkandung dalam kalimat yang sering disampaikannya. aku tahu dia sedang mengajariku menerima ketentuanNya, aku senang. Ketaqwaannya menjadi bagian indah yang tak menyrutkan hatiku, seakan aku ingin berjanji bahwa aku akan mengikuti kebiasaanya mengaji, sholat dan semua ajaran ketaqwaan..
dia masih menjadi pelangi dan sampai kapanku dia pelangi..
Perjamuan bahagia untuk hidupku. Biar banyak yang melukaiku tapi senang dia tidak melukaiku. Keadaan tidak akan berubah. kami masih dalam padanan hati, aku seribg menghindar, melambai menguatkan kejujuran, keikhlasan dan menghargai.
Dia masih seperti pelangi dalam hidupku, dia mumpuni,
"Kita sedang menjalani kehidupan kita masing-masing seperti ketentuanNya" demikian makna yang terkandung dalam kalimat yang sering disampaikannya. aku tahu dia sedang mengajariku menerima ketentuanNya, aku senang. Ketaqwaannya menjadi bagian indah yang tak menyrutkan hatiku, seakan aku ingin berjanji bahwa aku akan mengikuti kebiasaanya mengaji, sholat dan semua ajaran ketaqwaan..
dia masih menjadi pelangi dan sampai kapanku dia pelangi..
Minggu, 21 Agustus 2011
Gelombang Ketangguhan
Pada satu puri bersemayam satu jiwa mumpuni. Jiwa selalu ingin menerima dan ikhlas walau dalam kepahitan dan kepedihan tiada tara. Jiwa yang matang oleh pesona kehidupan.
Pada satu kertas dia menuliskan :
"Ketika aku menjadi yang terbaik di antara orang-orang yang sering mendzalimi dirinya sendiri aku merasa nyaman dengan kehidupan yang kujalani." Kucerna kalimat itu sebagai satu titik menggelitik. yang indah-indah dalam kehidupan ini kadang menimbulkan kedengkian orang lain sehingga dzalim, tapi yang paling penting dari segenap kehidupan ini adalah keindahan rasa ikhlas itu.. dan benar adanya. orang-orang dengki itu akan semakin tidak mampu menandingi orang-orang yang didzolimi.. Kasian nasibnya.
isi puri itu pelantum dendang aroma kebaikan.. dan ia adalah gelombang ketangguhan.. sahabat hatiku, bahagialah selalu
Pada satu kertas dia menuliskan :
"Ketika aku menjadi yang terbaik di antara orang-orang yang sering mendzalimi dirinya sendiri aku merasa nyaman dengan kehidupan yang kujalani." Kucerna kalimat itu sebagai satu titik menggelitik. yang indah-indah dalam kehidupan ini kadang menimbulkan kedengkian orang lain sehingga dzalim, tapi yang paling penting dari segenap kehidupan ini adalah keindahan rasa ikhlas itu.. dan benar adanya. orang-orang dengki itu akan semakin tidak mampu menandingi orang-orang yang didzolimi.. Kasian nasibnya.
isi puri itu pelantum dendang aroma kebaikan.. dan ia adalah gelombang ketangguhan.. sahabat hatiku, bahagialah selalu
Senin, 06 Juni 2011
Selalu..
Bak setetes kedamaian mengunci hati dalam gemilangnya arus pikiran jernih..
Seperti apa rasa terima kasih itu ?
seperti Buah yang ranum ? atau segenggam sekap yang menebar tak beraroma, tidak berwarna...
Sangat sulit menggambarkan keadilan,, karena yang kutemui adalah jiwa kerontang yang haus akan kesadaran.
Warna hatiku tertutup kemelut kebingungan.
Jangan pikirkan karena nilai itu ada di dada lapang..
Sang senja akan selalu menebar kearifan..
itu Kebaikan tidak SELALU secawan dengan mercuri.
Itu pengorbanan SELALU harus disertai keikhlasan.
Selalu dan SELALU,, aku berucap dalam hati,, "Oh begini..???"
Seperti apa rasa terima kasih itu ?
seperti Buah yang ranum ? atau segenggam sekap yang menebar tak beraroma, tidak berwarna...
Sangat sulit menggambarkan keadilan,, karena yang kutemui adalah jiwa kerontang yang haus akan kesadaran.
Warna hatiku tertutup kemelut kebingungan.
Jangan pikirkan karena nilai itu ada di dada lapang..
Sang senja akan selalu menebar kearifan..
itu Kebaikan tidak SELALU secawan dengan mercuri.
Itu pengorbanan SELALU harus disertai keikhlasan.
Selalu dan SELALU,, aku berucap dalam hati,, "Oh begini..???"
Langganan:
Postingan (Atom)
-
BAGIAN XIV IBUKU Mungkin ini jawaban doaku kalau akhirnya ibu datang ke apartemenku dengan tangis mengharu biru. Memelukku...
-
BAGIAN XVII PERWIRA HATI Ada sebuah alasan untuk berkenalan dengan dua orang polisi. Perkenalan yang dimulai saat aku kehilangan m...
-
BAGIAN XIX MENGISI CATWALK LAGI Selanjutnya goresan-goresan tangan menari-nari di atas kertas disainku. Aku ingin melupakan pak Ar...
