Senin, 23 Mei 2011

Tentangnya,tentang kehidupan, tentang cinta...

Dalam suatu pertemuan singkat ada berjuta makna yg menggulirkan kekuatan cinta..Bicaranya yg pelan tp lugas, mantap dan penuh makna... 'tidak enak sendiri' katanya sambil tertawa..'rasanya kita sama' aku mulai membagi kata.. Perjalanan menjadi sebuah kenikmatan hidup.. Kalau boleh kubilang ini mengukir kembali keindahan yang tertinggal..
Kehidupan menjadi semarak, makan bersama, belanja,duduk dan menebar asmara.. Aku cinta, dia cinta dan bicara dgn cinta.. Aku mencintainya..

Selasa, 10 Mei 2011

Mengolah Tautan Rasa

Aku mencintamu bukan karena hal-hal lain yang mengubah pikiranku untuk berpaling,juga bukan karena ketidaksepadanan yg terpasang pd 2 hati, tapi kesenjangan berpikir yg menjadikanku kuat mencinta..tetap pada hati yg senada, tidak pernah mengkhianati, tp memberi dgn segenap jiwa..
Tak ada yg menurunkan kadar rasa, tak ada yg mengubah masa, tak ada yg membalurkan nestapa..
Ketika kami di kaki bukit cinta,dlm dinginnya udara aku menemukan tatap cinta..
Sampai suatu ketika hanya kita yg tahu besarnya makna..
''Aku mencintaimu..dan selalu mencintaimu...'' Ya Tuhan...aku terbentur pada dilema, dlm kiat sehat pikiranku cuma pnya naluri mencinta,,pada saat sentuhan lembut menyentuh gerak nadiku, aku punya rasa yang sama, yang berbeda apa? Kita slalu mengolah rasa..sehingga aku mampu menjawab ''Akupun cinta ''

Sabtu, 30 April 2011

Beberapa Purnama Mengunci Hati

Ketika jendela kamarku terbuka,, purnama itu menyembul menguntai warna keemasan, terangnya suasana terangnya rasa, terangnya hati terangnya asa.. seperti malam-malam sebelumnya. Detak rindu mengungkung suasana. Entah berapa banyak purnama kulewati, entah berapa untaian kata bergejolak tidak sampai juga. Namun aku tak pernah lelah. Aku tak pernah mampu menghalau keresahan angan.
Sosok penuh cinta itu tak pernah menghalau rasaku, tidak sedetik pun, setiap purnama mengungkap kata sama "Aku masih cinta". Juga ketika semua menjadi beku, ketika jiwa melewati dinginnya gunung es. ketika rasa mengukir seribu warna kecewa...
Hatiku tetap sama, hatiku kan selalu ada mengikuti gerak waktu bersama rasa.
Ketika airmata ini luluh di balik jendela kaca,, aku ingin berteriak " kenapa tidak ada yang sama ? kenapa ? kenapa luka tertoreh.
Dan setiap purnama kutatap, perihku membahana, lukaku menganga, beberapa purnama telah mengunci hati. hanya belaian hati yang selalu berkata "Aku takut dosa padaNya" itu yang mengungkungku pada rasa cinta yang selalu ada.. Cinta,, hanya cinta tanpa noda yang kian mengukir kekaguman.. hatimu kugenggam.. makna kehidupan akan berharap bersama purnama. Suatu saat datanglah .. hatiku masih dengan rasa yang sama..

Beberapa Purnama Mengunci Hati

Ketika jendela kamarku terbuka,, purnama itu menyembul menguntai warna keemasan, terangnya suasana terangnya rasa, terangnya hati terangnya asa.. seperti malam-malam sebelumnya. Detak rindu mengungkung suasana. Entah berapa banyak purnama kulewati, entah berapa untaian kata bergejolak tidak sampai juga. Namun aku tak pernah lelah. Aku tak pernah mampu menghalau keresahan angan.
Sosok penuh cinta itu tak pernah menghalau rasaku, tidak sedetik pun, setiap purnama mengungkap kata sama "Aku masih cinta". Juga ketika semua menjadi beku, ketika jiwa melewati dinginnya gunung es. ketika rasa mengukir seribu warna kecewa...
Hatiku tetap sama, hatiku kan selalu ada mengikuti gerak waktu bersama rasa.
Ketika airmata ini luluh di balik jendela kaca,, aku ingin berteriak " kenapa tidak ada yang sama ? kenapa ? kenapa luka tertoreh.
Dan setiap purnama kutatap, perihku membahana, lukaku menganga, beberapa purnama telah mengunci hati. hanya belaian hati yang selalu berkata "Aku takut dosa padaNya" itu yang mengungkungku pada rasa cinta yang selalu ada.. Cinta,, hanya cinta tanpa noda yang kian mengukir kekaguman.. hatimu kugenggam.. makna kehidupan akan berharap bersama purnama. Suatu saat datanglah .. hatiku masih dengan rasa yang sama..