Bahan:
* 1 kg ikan mas
* daun pisangBumbu:
* 2 buah tomat
* 1 batang daun bawang
* 1 batang daun serai
* 5 lembar daun salam
* 50 gram daun kemangi
* garam secukupnya
* 1 sdm. gula pasir
* 2 sdm. minyak goreng
Bumbu yang dihaluskan:
* 2 siung bawang putih
* 4 buah bawang merah
* 2 cm jahe
* 2 cm kunyit
* 50 gram cabai merah
* 5 butir kemiri
* 5 gram asam jawa
* 1/2 sdt. garam
* 25 cc air
Cara membuat:
1. Buang sisik dan bersihkan ikan
2. Keluarkan isi perut ikan tapi sisakan telur ikan kalau ada
3. Buat tiga irisan diagonal pada setiap sisi ikan agar bumbu lebih meresap
4. Rendam ikan di dalam larutan garam dan asam jawa paling sedikit selama 15 menit, cuci ikan dengan semangkuk air untuk membuang kelebihan garam
5. Tambahkan minyak goreng ke dalam bumbu yang sudah dihaluskan, aduk
6. Lumuri ikan dengan bumbu yang sudah dihaluskan
7. Tambahkan tomat yang sudah dipotong kecil-kecil, daun kemangi, daun salam, dan potongan daun serai
8. Bungkus ikan dengan daun pisang atau aluminum foil.
9. Kukus dengan api sedang selama 30 menit atau gunakan panci bertekanan (presto) agar lebih cepat matang dan rasa yang lebih enak
10. Dinginkan sebentar dan panggang di atas api, kalau bisa panggang di atas api arang supaya harum.
Rabu, 20 April 2011
Sabtu, 16 April 2011
Haluan Hati Part 2
Kejadian demi kejadian mengurung kelegaan nurani menjadi belenggu sepi. apa yang ingin dibuktikan tidak pernah kuminta, sampai suatu saat ketika dia tidak lagi menikmati kesungguhan yang tidak pernah kusuguhkan aku malah semakin menunggu. Dimana dia ?
Dimana yang kutanya dan sebenarnya kutunggu selama ini. Sosoknya tak kunikmati, tapi hatinya seakan berbicara banyak mengajariku, mengajariku bisa memaknai seluruh kehidupan, dunia dan isinya, walau tidak seluruhnya.
Purnama masih menemaniku, juga ketika senyumnya menyembul di antara sepi dan kepahitan seakan dia datang menemuiku. Apa dia tahu aku rindu ?
" Jika tanganmu terikat belenggu, jangan sibuk menolong orang lain di luar kesanggupanmu" Oh... suara itu seakan membangkitkanku. Aku menangis tapi tak mampu menyesali. sampai suatu saat aku menemukan lagi dia tidak sendiri,, dia tidak sendiri..aku seperti kehilangan, tapi mata cintanya mengulum rasa yang sama. aku mulai jatuh cinta. aku menempa rindu dengan segenap kekuatanku, akhirnya aku harus mengerti, kunikmati bayang-bayang hati seperti asmara kelana yang mengukir sepi dengan jari hati..
maafkan aku... sesungguhnya aku tahu ada kesungguhan, sesungguhnya aku menikmati haluan hati..NEXT
Dimana yang kutanya dan sebenarnya kutunggu selama ini. Sosoknya tak kunikmati, tapi hatinya seakan berbicara banyak mengajariku, mengajariku bisa memaknai seluruh kehidupan, dunia dan isinya, walau tidak seluruhnya.
Purnama masih menemaniku, juga ketika senyumnya menyembul di antara sepi dan kepahitan seakan dia datang menemuiku. Apa dia tahu aku rindu ?
" Jika tanganmu terikat belenggu, jangan sibuk menolong orang lain di luar kesanggupanmu" Oh... suara itu seakan membangkitkanku. Aku menangis tapi tak mampu menyesali. sampai suatu saat aku menemukan lagi dia tidak sendiri,, dia tidak sendiri..aku seperti kehilangan, tapi mata cintanya mengulum rasa yang sama. aku mulai jatuh cinta. aku menempa rindu dengan segenap kekuatanku, akhirnya aku harus mengerti, kunikmati bayang-bayang hati seperti asmara kelana yang mengukir sepi dengan jari hati..
maafkan aku... sesungguhnya aku tahu ada kesungguhan, sesungguhnya aku menikmati haluan hati..NEXT
Jumat, 15 April 2011
Haluan Hati,,,
"Kuingin melihat keindahan Bukit bersamamu, aku tahu banyak yang tertinggal pada alunan realitas kutulusan yang terlepas dari pandanganmu..." Ucapnya lembut.. kalimatnya sering menegarkanku. Bersamanya aku padan dalam naungan purnama. Keinginan yang tersembul lewat ketulusan. Seringkali aku menahan airmataku agar tidak lagi membebaninya.
" Biarlah luka ini jadi bagianku, jangan membuatmu tidak sepenuhnya memahamiku." Kurasa ia sangat mengerti sekalipun dia tidak sepenuhnya memahami hatiku.
"Aku yang bertanggungjawab atas kelemahan sikapku,, aku tidak pernah menginginkanmu luka, kalau keadaannya sangat berbeda karena aku tidak memperkuat tekadku. "
"Saya mengerti, mas... sangat mengerti. semua tikungan menjadi haluan hati."
" Kau luka di antara kumpaan kehidupan orang lain yang jadi bagian pengorbananmu."
"Aku ikhlas.. dan harus ikhlas"
"Sekali pun begitu aku berkehendak menimbun keikhlasan itu, " Oh Tuhan... Ampuni aku,, ampuni aku yang tidak memperdulikan ketulusan. Ampuni aku jika kini ingin menumpahkan semua pada sosok hati yang kucintai...NEXT
" Biarlah luka ini jadi bagianku, jangan membuatmu tidak sepenuhnya memahamiku." Kurasa ia sangat mengerti sekalipun dia tidak sepenuhnya memahami hatiku.
"Aku yang bertanggungjawab atas kelemahan sikapku,, aku tidak pernah menginginkanmu luka, kalau keadaannya sangat berbeda karena aku tidak memperkuat tekadku. "
"Saya mengerti, mas... sangat mengerti. semua tikungan menjadi haluan hati."
" Kau luka di antara kumpaan kehidupan orang lain yang jadi bagian pengorbananmu."
"Aku ikhlas.. dan harus ikhlas"
"Sekali pun begitu aku berkehendak menimbun keikhlasan itu, " Oh Tuhan... Ampuni aku,, ampuni aku yang tidak memperdulikan ketulusan. Ampuni aku jika kini ingin menumpahkan semua pada sosok hati yang kucintai...NEXT
Kamis, 14 April 2011
Padanan Anugerah Bersama Waktu
Seperti pada istana kaca terawang temaram keindahan mengumbar senyum, kuyakini itu cintaku, anugerahku dan kisaran asmaraku.
waktu telah meninggalkan kenangan tapi hati tetap mengalunkan seni merindu..
Banyak pembelajarn kehidupan mengungkung rasa, rasa mencintai, dicintai,, disakiti dan diberi janji..
tapi sosok anugerah kehidupan selayang pandang mengalunkan irama cinta, sulit berhenti mencintai kekaguman, tidak seorangpun rela meninggalkan kekaguman tanpa musabab, jika hati menyatu dengan kehidupan yang diwarnai noda menyakitkan maka tak ayal lagi kita akan berbalik pada kehidupan penuh makna walau pun sekejap ternikmati.
padanan anugerah selalu bersama sang waktu, ketika tidak bergulir lagi irama cinta dalam nada seirama, kita tidak akan pernah berpaling darinya..
waktu telah meninggalkan kenangan tapi hati tetap mengalunkan seni merindu..
Banyak pembelajarn kehidupan mengungkung rasa, rasa mencintai, dicintai,, disakiti dan diberi janji..
tapi sosok anugerah kehidupan selayang pandang mengalunkan irama cinta, sulit berhenti mencintai kekaguman, tidak seorangpun rela meninggalkan kekaguman tanpa musabab, jika hati menyatu dengan kehidupan yang diwarnai noda menyakitkan maka tak ayal lagi kita akan berbalik pada kehidupan penuh makna walau pun sekejap ternikmati.
padanan anugerah selalu bersama sang waktu, ketika tidak bergulir lagi irama cinta dalam nada seirama, kita tidak akan pernah berpaling darinya..
Kamis, 09 Desember 2010
Layang-layang Pengibar Isi Hati..
aku sedang menikmati kelapangan hati, dia mendekat aku mundur, sudah lama kusampirkan semua kesakitan pada naluri untuk mengerti.
Dia datang lagi, kali ini dalam suasana berbeda, setelah bertahun-tahun dia tinggalkan aku dengan meninggalkan kalimat cinta, tiba-tiba mengukir kembali keindahan yang lama kandas,
"Kenapa turun ke sini?"
"Kenapa?"
" Di sini banyak keindahan saya takut menikmati keindahan itu lagi bersamamu, saya takut jadi bagian yang dipersalahkan. saya dicintai tapi saya yang dianggap salah"
sudah lama aku menikmati ketidak adilan, namun aku bahagia mengenang kata cintanya, aku bahagia sejenak bersama keromantisannya. sekali pun bukan milikku tapi aku memiliki hatinya, hatinya sebagian untukku, untuk kejujuran yang tertanam lewat matanya.. aku seperti tidak merasa sendiri lagi, aku memiliki hati yang tersimpan padanya.. Di tanah lapang ini aku menikmati layang-layang pengibar hati, setiap saat bisa kutatap dengan senyum.. terima kasih untuk cintanya..
Dia datang lagi, kali ini dalam suasana berbeda, setelah bertahun-tahun dia tinggalkan aku dengan meninggalkan kalimat cinta, tiba-tiba mengukir kembali keindahan yang lama kandas,
"Kenapa turun ke sini?"
"Kenapa?"
" Di sini banyak keindahan saya takut menikmati keindahan itu lagi bersamamu, saya takut jadi bagian yang dipersalahkan. saya dicintai tapi saya yang dianggap salah"
sudah lama aku menikmati ketidak adilan, namun aku bahagia mengenang kata cintanya, aku bahagia sejenak bersama keromantisannya. sekali pun bukan milikku tapi aku memiliki hatinya, hatinya sebagian untukku, untuk kejujuran yang tertanam lewat matanya.. aku seperti tidak merasa sendiri lagi, aku memiliki hati yang tersimpan padanya.. Di tanah lapang ini aku menikmati layang-layang pengibar hati, setiap saat bisa kutatap dengan senyum.. terima kasih untuk cintanya..
Kadang Tak Sepadan
Kadang tak sepadan, tapi semua harus dijalani dengan benar.., Dua manusia yang berbeda latar belakang kehidupan, berbeda falsafah yang diterapkan dari asal usul.. berbeda dengan jalan kehidupan yang pernah dilalui, berbeda dalam menerapkan kebaikan..
Semua menjadi layak asal dijalani dengan keikhlasan, ketulusan mengerti dan memahami..
hanya Tuhan yang akan menjadi sarana dan kekuatan mempermudah segalanya..
Semua menjadi layak asal dijalani dengan keikhlasan, ketulusan mengerti dan memahami..
hanya Tuhan yang akan menjadi sarana dan kekuatan mempermudah segalanya..
Selasa, 16 November 2010
Menjadi Diriku
Aku dan diriku, menguak kehampaan pikiran panjang melewati sang waktu.
Sekali waktu akan tertanam dalam jiwa keringku sebuah asa yang tertindaih luka.
Aku sandarkan pada rasa segenap kegundahan,,, dan aku mengerti betapa pahitnya sebuah ketertindihan tetap ada makna yang tersimpan ada hikmah yang indah.
ketika sebuah kalimat terlontar dari bibir kering penuh janji sebenarnya itu bukan harapan, itu bukan keinginan dan itu bukan impian.. Sejak dulu janji tetap sebuah janji, impian keindahan adalah roman yang tertuang di balik semua kesakitan,
Lalu ketika sang pejanji datang lagi, bukan berarti dia menepati, dia hanya menimbang apa masih ada di tempat semual manusia yang harus diberi.
Paling indah menyikapi semua kehidupan adalah menjadi diri sendiri, menjadi diriku, menjadi kemanisan dan kepahitan selalu bergantu senada sang waktu..Bahagia adalah miliki diri yang menjadi diri sendiri..
Sekali waktu akan tertanam dalam jiwa keringku sebuah asa yang tertindaih luka.
Aku sandarkan pada rasa segenap kegundahan,,, dan aku mengerti betapa pahitnya sebuah ketertindihan tetap ada makna yang tersimpan ada hikmah yang indah.
ketika sebuah kalimat terlontar dari bibir kering penuh janji sebenarnya itu bukan harapan, itu bukan keinginan dan itu bukan impian.. Sejak dulu janji tetap sebuah janji, impian keindahan adalah roman yang tertuang di balik semua kesakitan,
Lalu ketika sang pejanji datang lagi, bukan berarti dia menepati, dia hanya menimbang apa masih ada di tempat semual manusia yang harus diberi.
Paling indah menyikapi semua kehidupan adalah menjadi diri sendiri, menjadi diriku, menjadi kemanisan dan kepahitan selalu bergantu senada sang waktu..Bahagia adalah miliki diri yang menjadi diri sendiri..
Langganan:
Postingan (Atom)
-
BAGIAN XIV IBUKU Mungkin ini jawaban doaku kalau akhirnya ibu datang ke apartemenku dengan tangis mengharu biru. Memelukku...
-
BAGIAN XVII PERWIRA HATI Ada sebuah alasan untuk berkenalan dengan dua orang polisi. Perkenalan yang dimulai saat aku kehilangan m...
-
BAGIAN XIX MENGISI CATWALK LAGI Selanjutnya goresan-goresan tangan menari-nari di atas kertas disainku. Aku ingin melupakan pak Ar...